Posts

P o s t 6

Image
back Bab 4513 4514 Saat ini pisau penusuk jiwa Charlie telah memenggal semua tangan dan kaki para penembak, hingga mereka semua tersungkur di lantai tanpa daya,tanpa bisa memegang senjata. sambil memegang leher sang ketua Charlie bertanya dengan dingin "siapa yang menyuruh kalian !!? " sang ketua langsung gemetar dan mati rasa,tangan dan kakinya sudah putus,jadi dia tak bisa bunuh diri ketika di introgasi Seperti kata pepatah, pukulan acak membunuh Master tua. Bahkan seorang Master seni bela diri, dalam menghadapi jumlah peluru yang begitu padat, tidak mungkin untuk menangkis. Inilah sebabnya mengapa aturan dunia ini selalu berada dalam jangkauan senjata dan misil, bukan di tangan para master seni bela diri ini. Daging dan darah, bagaimana mungkin menahan serangan kejenuhan senjata modern! Dan Charlie, karena dia menarik energi dan perhatian spiritualnya terlebih dahulu, sampai ketika peluru menembus pintu ruangannya, dia langsung menyadari bahwa sesuatu yang besar terjadi di...

P o s t 5

Image
Sponsor Formula E lengkap banget: 1. Perusahaan minuman keras; 2. Perusahaan pendukung lgbt; 3. Perusahaan dari China. Yg hobi teriak-teriak anti ketiganya atau salahsatunya, mengajak boikot dan sejenisnya, pada kemana suaranya? Sepertinya pas terkait Formula E jadi pendiam dan gak galak seperti sebelumnya? Apa lagi menahan malu?🤣 . Secara bussines to bussines sih sponsor-sponsor demikian sah-sah aja dan gak perlu dipermasalahkan. Inilah enaknya jadi kaum moderat, gak harus repot seperti kaum konservatif apalg yg selalu teriak anti ini-itu ataupun merasa paling membela agama. Sekarang jadi kentara banget jika mereka gak konsisten dan teriakan-teriakannya tersebut, kentara jika mereka berlaku demikian tergantung kepentingan atau pilah-pilih doang.🙂

P o s t. 4

Image
Ketika lulus SMA di awal tahun 70an, tidak terbersit sedikitpun di pikiran saya untuk melanjutkan pendidikan atau kuliah di perguruan tinggi. Bahkan saya tidak tahu mau berbuat apa. Orangtua saya, tanpa bermaksud menyalahkan, tidak mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi apa, seolah mereka menyerahkan kepada masing-masing anak ingin menjadi apa. Yang saya ingat ayah hanya pernah bertanya, kamu mau jadi apa, atau apa cita-citamu. Saya juga merasa orang tua saya kurang memberi wawasan tentang kehidupan selanjutnya setelah menamatkan sekolah menengah atas. Dari semua saudara, mungkin hanya kakak nomor dua yang jelas saya tahu memiliki cita-cita sedari kecil, ýaitu menjadi penerbang. Di kemudian hari dia benar-benar mencapai cita-citanya menjadi seorang penerbang di Angkatan Udara bahkan sempat menyandang pangkat Marsekal, bintang empat dan menjadi orang nomor satu di matra udara TNI. Ntah kenapa, pada masa itu bagi sebagian orang, nganggur setelah lulus SMA, tidak sekolah tidak juga bekerj...

P o s t 3

Image
Kedua orangtua saya berasal dari daerah yang berbeda di Indonesia. Merekapun bertemu dan kemudian menikah di daerah yang berbeda lagi, bukan daerah dari mana keduanya berasal. Kemudian anak-anak mereka dilahirkan di daerah yang lain lagi. Maka jadilah saya orang Indonesia! Tidak berhenti disini, dua anak pertama mereka atau kakak saya nomor satu dan dua lahir di tempat yang berbeda pula Di rumah, kedua orang tua saya tidak pernah menggunakan bahasa daerah, hanya bahasa Indonesia. Kadang mereka menggunakan bahasa Belanda apabilan berbicara berdua. #nulis_aah

P o s t. 2

Image
Ketika berhasil diterima bekerja di salah satu instansi pemerintah sebagai PNS saya sama sekali tidak berpikir soal karir. Waktu itu saya cuma berpikir, saya dapat kerja dan akan mendapat gaji setiap bulan. Pekerjaan yang saya perolehpun bukanlah sesuatu yang saya inginkan. Terus terang saat itu saya kurang mempunyai wawasan yang cukup untuk menjalani hidup selanjutnya setelah lulus SMA. Saya juga tidak punya cukup pengetahuan selanjutnya apa yang harus diraih di tempat kerja. Kemudian, karena pekerjaan tidak memerlukan banyak waktu dan kecerdasan, saya menambah kegiatan dengan mengikuti kursus bahasa Inggris dan berlatih beladiri masing2 dua kali seminggu.

P o s t. 1

Image
Sebelum kerja di Kemenkeu (d/h Depkeu) saya bekerja di PT Telkom (d/h Perumtel), kerjanya malam hari, dari jam 11 malam sampai jam 7 pagi, Saat orang lain berangkat tidur, saya berangkat kerja. Saat orang lain berangkat kerja, saya justru pulang kerja. Suatu hari krn sakit saya mendatangi dokter. Disitulah pertamakali saya mengetahui yg skrg dikenal sbg sirkadian. Dokter menyarankan saya pindah ke dinas pagi atau siang (kantor buka 24/7). Dokter bilang ritme kehidupan gak bisa dibolakbalik, kerja malam tidur siang. Walau diberi libur 2 hari setiap habis dinas 3 hari, hakekatnya kita tidak benar2 libur, kenapa? Karena libur hari pertama, pagi harinya kita baru pulang dinas, libur hari kedua, malam harinya kita berangkat bekerja. Praktis kita cuma tidur di rumah 1 malam doang.